Upaya memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung Barat terus diarahkan pada perhatian terhadap para tenaga pendidik. Hal ini tercermin dalam kehadiran anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat pada kegiatan Forum Guru Tendik dan Kependidikan Kabupaten Bandung Barat yang mengusung tema “Dedikasi Tanpa Batas Waktu”, yang digelar di Batujajar.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan tenaga pendidik dan berlangsung dalam suasana kebersamaan serta kepedulian sosial. Selain menjadi ruang apresiasi atas pengabdian guru, acara ini juga menghadirkan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim, mencerminkan nilai empati yang tumbuh di lingkungan pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, menyampaikan apresiasi kepada para guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun dengan penuh kesabaran, meski dihadapkan pada keterbatasan dan ketidakpastian status. Ia menegaskan bahwa pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi tersebut.
Lebih lanjut, Komisi IV DPRD KBB menyatakan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan status guru honorer agar ke depan dapat beralih menjadi PPPK Penuh. Langkah ini dinilai penting agar kesejahteraan guru semakin terjamin dan proses belajar-mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, menegaskan bahwa dukungan terhadap guru tidak berhenti pada penetapan status kepegawaian. DPRD akan terus mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas guru melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada mutu pendidikan.
Dengan penguatan kesejahteraan dan kapasitas guru, diharapkan layanan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat semakin merata dan berkualitas. Bagi masyarakat, langkah ini menjadi investasi jangka panjang agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing.










