News

DPRD Kabupaten Bandung Barat Dorong Solusi Sampah yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Persoalan sampah dan ketahanan pangan menjadi dua isu yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Keduanya tidak hanya berkaitan dengan kualitas lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, kenyamanan hidup, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, upaya mencari solusi atas kedua persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) yang dilaksanakan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Ir. Jajang Sukmahari, S.Pt., M.A., bersama masyarakat di MTs Persis Al Ittihad, Kecamatan Batujajar. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk mendengarkan berbagai masukan warga sekaligus membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ketahanan pangan di daerah.

Dalam dialog tersebut, persoalan sampah menjadi perhatian utama. Menurut Jajang Sukmahari, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus berupaya memperkuat penanganan sampah, termasuk melalui dukungan anggaran yang diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Bagi warga, keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya soal berkurangnya tumpukan sampah di lingkungan sekitar. Dampaknya jauh lebih luas, mulai dari terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, berkurangnya risiko penyakit, hingga meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Lingkungan yang terjaga juga akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Namun demikian, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mulai memilah sampah dari rumah tangga dan mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang, langkah ini juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain isu lingkungan, ketahanan pangan juga menjadi pembahasan penting dalam dialog tersebut. Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, masyarakat diajak untuk mulai memanfaatkan lahan atau halaman rumah yang tersedia untuk menanam berbagai tanaman pangan sederhana seperti cabai, tomat, dan sayuran.

Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai sebagai langkah kecil yang dapat memberikan manfaat besar. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan tersebut juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. Jika dilakukan secara luas, langkah sederhana ini dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Bandung Barat, kegiatan P3D menjadi sarana untuk memastikan berbagai program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui dialog langsung dengan warga, DPRD dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi di lapangan sekaligus mendorong hadirnya solusi yang lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, persoalan sampah dan ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih sehat, serta ketahanan pangan keluarga yang lebih kuat dapat menjadi tujuan bersama yang perlahan diwujudkan di Kabupaten Bandung Barat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More in News