Edukasi

BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, Ini Wilayah yang Diprediksi Alami Hujan Lebat

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan adanya pemantauan terhadap tiga bibit siklon tropis aktif yakni 98P, 92S, dan 94W di sekitar wilayah Indonesia per 3 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

Melansir akun Instagram @infobmkg, ketiga sistem tersebut terpantau belum berdampak langsung secara signifikan. Namun, memengaruhi cuaca maritim dan potensi hujan di beberapa wilayah perairan Indonesia.

  1. Bibit Siklon Tropis 98P

Bibit 98P terpantau mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB dan sempat mengalami pelemahan sebelum menguat kembali.

Posisi sistem ini sekarang berada di selatan Nusa Tenggara dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat daya menuju utara Australia.

Peluang bibit 98P untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dinilai rendah.

Dampak tidak langsung dari bibit ini memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Maluku bagian Tenggara, serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, perairan berikut diperkirakan mengalami gelombang laut dengan ketinggian:

  • 1,25 – 2,5 meter (Moderate Sea): Laut Sawu, perairan Kepulauan Letti hingga Sermata, perairan Kep. Babar-Tanimbar, perairan Kep. Kai-Aru.
  • 2,5 – 4,0 meter (Rough Sea): Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru.
  1. Bibit Siklon Tropis 92S

Bibit 92S teridentifikasi terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan berada di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung.

Dalam 24 jam ke depan, peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis juga tergolong rendah, dengan arah gerakan menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat.

Meski peluangnya rendah, bibit 92S memicu gelombang laut tinggi 1,25 – 2,5 meter di wilayah:

  • Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
  1. Bibit Siklon Tropis 94W

Sementara itu, bibit 94W mulai terpantau terbentuk sejak 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di sekitar wilayah utara Papua.

Peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan juga dinyatakan rendah, dengan arah pergerakan menjauhi Indonesia ke arah barat laut.

Meski demikian, pengaruh tidak langsung dari bibit 94W turut meningkatkan potensi:

  • Hujan sedang hingga lebat di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara.
  • Angin kencang di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara.

Gelombang laut 1,25 – 2,5 meter di perairan:

  • Samudra Pasifik utara Maluku – Papua
  • Perairan utara Halmahera
  • Perairan Raja Ampat
  • Perairan Kep. Sangihe – Talaud

Meski ketiga bibit ini belum berpotensi tinggi menjadi siklon tropis, masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir atau aktivitas kelautan, diimbau tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim lainnya.

SUMBER:https://www.kompas.tv/info-publik/648110/bmkg-deteksi-3-bibit-siklon-tropis-kepung-indonesia-ini-wilayah-yang-diprediksi-alami-hujan-lebat

 

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More in Edukasi