Upaya menghadirkan akses kebutuhan pokok yang lebih terjangkau bagi masyarakat terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bandung Barat. Dalam kegiatan P3D di Kecamatan Cisarua, Anggota DPRD, Pipit Puspita Ahdiani, menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Beberapa persoalan utama masih berkaitan dengan kesiapan lahan, mulai dari luas yang belum memadai, lokasi yang kurang strategis, hingga kelengkapan administrasi dan perizinan yang masih dalam proses. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena koperasi tersebut diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Meski demikian, berbagai pihak terus melakukan koordinasi untuk mencari solusi terbaik. Dorongan dan perhatian dari DPRD menjadi bagian penting agar proses penyelesaian dapat berjalan lebih cepat, sehingga pembangunan tidak berhenti di tengah jalan.
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih sendiri diharapkan membawa dampak nyata. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, koperasi ini juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka peluang usaha, serta memperkuat kemandirian desa.
Dengan percepatan penyelesaian berbagai kendala, koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas baru, tetapi benar-benar menjadi ruang ekonomi yang hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat sehari-hari.
Langkah ini mencerminkan bagaimana DPRD mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga benar-benar hadir dan dirasakan dampaknya oleh warga.














