Potensi pariwisata alam Kabupaten Bandung Barat terus dikaji agar mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya melalui peninjauan kawasan wisata alam Stone Garden di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, yang dilakukan oleh pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat.
Peninjauan ini difokuskan pada tata kelola kawasan wisata serta dampaknya terhadap perekonomian warga. Stone Garden dinilai memiliki daya tarik alam yang unik dan berpotensi menjadi pengungkit ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan melalui sektor jasa wisata, UMKM, dan pemberdayaan komunitas.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat, Amung Ma’mur, menyampaikan bahwa meskipun Stone Garden bukan aset milik pemerintah daerah, keberadaannya memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan, kawasan ini diyakini mampu menimbulkan efek domino yang menggerakkan ekonomi masyarakat Bandung Barat.
Selain itu, Komisi II DPRD KBB mendorong percepatan penetapan Stone Garden sebagai Geopark Nasional. Upaya ini diarahkan pada pemenuhan regulasi dan persyaratan yang diperlukan, sehingga kawasan tersebut memiliki pengakuan nasional sekaligus standar pengelolaan yang lebih kuat.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Stone Garden, Sukmayadi, menjelaskan bahwa Stone Garden telah memenuhi unsur utama penetapan geopark, yakni nilai geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga unsur ini menjadi fondasi penting agar pengembangan wisata tetap menjaga kelestarian alam dan memberi ruang bagi keterlibatan warga.
Melalui peran pengawasan dan penguatan kebijakan, DPRD Kabupaten Bandung Barat berharap terbangun sinergi yang kuat antara masyarakat, pengelola, dan pemerintah. Dengan kolaborasi tersebut, Stone Garden diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga serta memperkuat identitas pariwisata Kabupaten Bandung Barat di tingkat nasional.







