enegal resmi merengkuh gelar juara Piala Afrika 2025 setelah menumbangkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0.
Pertandingan antara Maroko vs Senegal yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1) dini hari WIB tersebut berjalan sengit dan penuh drama hingga babak perpanjangan waktu.
Ini merupakan gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal, sejak terakhir memenangkannya pada edisi 2021. Sementara itu, Maroko harus memperpanjang puasa gelar Piala Afrika sejak 1976.
Jalannya pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan, motivasi tinggi untuk mengangkat trofi membuat kedua tim tampil menekan.
Senegal mengancam lebih dulu pada menit ke-5 melalui sundulan tajam Pape Gueye, namun kiper Maroko, Yassine Bounou, tampil sigap mengamankan gawangnya.
Maroko membalas empat menit berselang lewat tandukan Ayoub El Kaabi yang sayangnya masih melambung di atas mistar.
Jual beli serangan terus berlanjut sepanjang babak pertama. Ismael Saibari hampir membawa tuan rumah unggul, namun sepakan kaki kirinya masih melebar dari gawang Edouard Mendy.
Di ujung babak pertama, giliran Iliman Ndiaye yang menguji ketangguhan Bounou, namun skor kacamata tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim cenderung bermain lebih hati-hati. Maroko sempat menggebrak lewat tembakan jarak jauh Saibari pada menit ke-51, namun skor tetap tidak berubah.
Ketangguhan kiper kembali menjadi sorotan saat Bounou mementahkan peluang emas Pape Gueye pada menit ke-57, disusul aksi heroik Edouard Mendy yang menepis tendangan Abde Ezzalzouli di menit ke-81.
Laga berjalan semakin ketat dan sempat dihentikan sekitar 9 menit usai insiden cedera kepala Neil El Aynaoui.
Drama memuncak di penghujung waktu normal.
Pada menit 90+2, pemain Senegal Ismaila Sarr mencetak gol dari tandukan umpan sudut untuk Senegal. Namun, wasit langsung tidak mensahkan gol tersebut dengan alasan pelanggaran Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi dalam fase pembangunan permainan.



