News

Jalan Kolonel Masturi Belum Ditutup, Perbaikan Jembatan di Lembang Masih Tunggu Kepastian

Rencana penutupan Jalan Kolonel Masturi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, hingga Senin (21/9/2026) belum terealisasi.

Penutupan jalan tersebut berkaitan dengan rencana perbaikan jembatan di sekitar kawasan Imah Seniman, Lembang.

Sebelumnya, pekerjaan perbaikan jembatan dijadwalkan dimulai pada 14 September 2026. Namun, pelaksanaannya kemudian ditunda hingga 21 September 2026.

Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan, pihaknya masih memantau kondisi di sekitar lokasi jembatan. Hingga kini, belum terlihat aktivitas pekerjaan ataupun penutupan akses jalan.

“Untuk pelaksanaan pekerjaan, sampai sekarang kami belum menerima kepastian kapan dimulai. Kami masih menunggu pemberitahuan dari pihak pelaksana,” kata Bambang, Senin.

Karena belum ada pekerjaan, arus kendaraan di Jalan Kolonel Masturi masih berjalan normal, termasuk kendaraan yang melintas dari arah Parongpong menuju Lembang maupun sebaliknya.

“Jalur dari Beatrix Lembang ke arah Parongpong masih terbuka untuk kendaraan. Begitu juga arus dari Parongpong menuju Lembang,” ujarnya.

Bambang mengatakan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif apabila perbaikan jembatan mulai dikerjakan dan Jalan Kolonel Masturi harus ditutup total.

Pengendara dari arah Lembang menuju Parongpong atau sebaliknya dapat menggunakan jalur Gombong dan Sersan Bajuri.

Selain itu, kendaraan juga dapat melintasi jalur Manoko di Desa Cikahuripan.

Menurut Bambang, jalur Cikahuripan yang sebelumnya tengah diperbaiki kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Jalur Cikahuripan yang dipersiapkan sebagai alternatif sudah selesai diperbaiki dan sekarang bisa digunakan kendaraan roda empat. Peresmiannya juga sudah dilakukan oleh Bupati,” kata dia.

Meski demikian, jalur Manoko tidak direkomendasikan bagi kendaraan berukuran besar.

Kendaraan seperti truk, bus, dan mobil boks tetap diarahkan menggunakan jalur arteri untuk menghindari gangguan lalu lintas maupun risiko kendaraan mengalami kendala di jalan alternatif.

Sementara itu, jalur Gombong juga masih dapat menjadi pilihan bagi pengendara. Namun, kepolisian mengingatkan kondisi jalan tersebut belum sepenuhnya ideal.

Selain terdapat sejumlah bagian jalan yang rusak, jalur Gombong memiliki tanjakan yang cukup curam.

Bambang mengatakan kondisi tersebut berpotensi menyulitkan kendaraan, terutama kendaraan yang tidak memiliki kemampuan menanjak yang memadai.

“Jalur Gombong masih bisa digunakan, tetapi kondisinya perlu diperhatikan karena terdapat kerusakan dan tanjakan yang cukup terjal. Kami khawatir ada kendaraan yang tidak kuat menanjak atau tergelincir,” tuturnya.

Menurut dia, penggunaan jalur Gombong nantinya akan kembali dievaluasi setelah pekerjaan perbaikan jembatan benar-benar dimulai.

“Kami akan melihat situasinya di lapangan. Kalau ternyata menimbulkan kendala, pola buka-tutup atau penggunaan jalurnya akan kami evaluasi kembali,” ujar Bambang.

Sumber: https://www.satumedia.id/news/32637/jalan-kolonel-masturi-belum-ditutup-perbaikan-jembatan-di-lembang-masih-tunggu-kepastian/

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More in News