Suasana sejuk pascahujan di Kecamatan Cililin menjadi latar pertemuan dialogis yang mempertemukan masyarakat dengan wakilnya di lembaga legislatif. Dalam Talkshow Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2026, sebanyak 75 tokoh masyarakat dan para sesepuh pendiri Kabupaten Bandung Barat hadir untuk menyampaikan pandangan serta masukan secara langsung.
Dialog yang berlangsung hangat ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, menyampaikan harapan, sekaligus memberi catatan kritis terhadap jalannya pemerintahan daerah. Bagi warga, forum seperti ini memberi kesempatan agar suara mereka tidak berhenti di lingkungan masing-masing, tetapi menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Sandi Supyandi, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, yang menekankan pentingnya pemerintahan yang hadir dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah hanya dapat berjalan efektif apabila legislatif dan eksekutif menjaga sinergi, dengan masyarakat sebagai pusat perhatian.
Masukan yang disampaikan para tokoh masyarakat dan sesepuh daerah menjadi catatan penting bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan. Aspirasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan arah pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat Bandung Barat.
Melalui dialog terbuka seperti ini, DPRD berupaya memastikan bahwa pengawasan tidak hanya berbasis laporan, tetapi juga bersumber dari pengalaman langsung warga. Dampaknya, kebijakan daerah diharapkan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.










