News

Sekda: Kelestarian lingkungan di Bogor menentukan masa depan Jabodetabek

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyatakan kelestarian lingkungan di Kabupaten Bogor menentukan keberlanjutan wilayah Jabodetabek karena sekitar 50 persen kawasan penyangga metropolitan tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor yang berposisi sebagai kawasan hulu.

“Secara geografis kita berada di area hulu dan menengah. Sekitar 50 persen Jabodetabek ada di Kabupaten Bogor dan posisinya berada di hulu,” kata Ajat saat kegiatan penanaman bambu dan sarasehan yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Menurut Ajat, kerusakan lingkungan di Kabupaten Bogor akan berdampak langsung terhadap wilayah hilir sehingga upaya pelestarian lingkungan di daerah tersebut memiliki nilai strategis tidak hanya bagi Bogor, tetapi juga bagi kawasan Jabodetabek.

“Ketika kita abai terhadap kawasan Kabupaten Bogor, tentunya dampaknya terhadap area hilir,” ujarnya.

Ia menjelaskan Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah hampir lima kali DKI Jakarta dan menjadi daerah penyangga bagi jutaan penduduk di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk menjaga kawasan hulu melalui berbagai program penghijauan dan konservasi.

“Kami sangat senang apabila secara kolaboratif dan terintegrasi kita menata lingkungan Kabupaten Bogor, karena dampaknya mempunyai nilai secara nasional, khususnya untuk wilayah Jabodetabek,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang berkembang di Kabupaten Bogor, termasuk gerakan penanaman bambu yang melibatkan komunitas dan masyarakat.

Menurut Jumhur, pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama karena tidak dapat dilakukan pemerintah semata.

“Gerakan lingkungan bukan gerakan milik pemerintah saja, tapi justru yang utama adalah milik masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah tengah mendorong gerakan “tobat ekologis nasional” yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya memulihkan lingkungan, termasuk melalui penanaman bambu dan rehabilitasi lahan kritis.

Sumber: https://megapolitan.antaranews.com/amp/berita/534953/sekda-kelestarian-lingkungan-di-bogor-menentukan-masa-depan-jabodetabek

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More in News